L.O.V.E

L.O.V.E

Sabtu, 24 November 2012

Big Bang FF- (Part 1) Maknae, the youngest, unmature, need to be protect


Catatan Author : Latar tempatnya di Jepang, tapi lokasinya tidak disebutkan. Karena itu, jika banyak kata bahasa Jepangnya, harap maklum.Oh ya, disini Seungri dibuat masih berumur 16 tahun, Daesung 17 tahun, Yong Bae (Taeyang) dan Ji Yong (G-Dragon) 18 tahun, Seung Hyun (TOP) 19 tahun.


#Part 1

   “Nande…?” Seungri bertanya dalam bahasa Jepang pada Ji Yong. “Kenapa aku nggak boleh ikut?”
   “Kami nggak akan lama, kok! Lagi pula, ini sudah malam. Tidur, sana!” Ji Yong menggirirng Seungri ke kamarnya. Seungri dengan gigih membertontak dan ganti menyerang Daesung, “Hyung~ temani aku dirumaaaah….”
   Daesung menggaruk-garuk kepalanya dan bertukar pandang penuh arti dengan Seung Hyun. “Yah… Aku…”
   Seungri mengeluarkan jurus muka melasnya ; hal yang paling tidak bisa dihindari Daesung. Daesung yang tadi tampak bimbang, langsung tiba-tiba berkata, “ Baik!! Aku tidak ikut!”
   Seung Hyun menepuk bagian belakang kepala Daesung dengan pelan. “Janga bodoh! Kau sendiri yang tadi ngotot ikut! Yong Bae sudah susah-susah mencarikan tiket, tahu!”
   “Eh…” Daesung jadi salah tingkah sendiri. “Ehe.. Seungri…”
   Seungri memanyunkan bibirnya. Dia menarik lepas tangannya dari Ji Yong, masuk kamar, dan membanting pintunya sambil berkata, “Kalian menyebalkan.”
   “Apa boleh buat. Dia butuh tidur,” canda  Yong Bae, berusaha menghibur Daesung yang tampak was-was akan dimusuhi Seungri seumur hidup. “Lagi pula, pertunjukan ini mungkin akan bisa mengungguli Brodaway suatu saat nanti. Kau akan menyesal tidak menontong Grand Openingnya.”
   “Aku akan lebih menyesal bila Seungri jadi merasa canggung lagi denganku,” gumam Daesung merana.
   “Oh, ayolah. Mana semangat mu, hah? Ayo tunjukan semangatmu!” Seung Hyun menggelitiki Daesung yang langsung bereaksi.
   “Geli, Hyung! Hentikan!” Daesung berusaha menghindar dengan bersembunyi dibalik Ji Yong – yang, tentu saja, tidak efektif. “HENTIKAN!!”
   Ji Yong, Yong Bae, dan Seung Hyun tertawa bersamaan mendengar pekik nyaring Daesung yang belakangan ini jarang mereka dengar. Ji Yong mengecek arlojinya dan berkata, “Hei, kurasa kita lebih baik berjalan lebih cepat. Acara akan dimulai sekitar sepuluh menit lagi.”
   Sementara Ji Yong, Yong Bae, Seung Hyun dan Daesung sedang berlari-lari untuk mengejar waktu, Seungri sedang ngambek di ruang tengah. Ia duduk di sofa putih besar milik Seung Hyun yang tak akan ia biarkan di duduki oleh siapapun. Seungri sengaja menyalakan LCD 70” dengan speaker volume besar untuk mengusir kekesalannya. Ia juga dengan nekat membawa minuman soda kaleng yang akan meninggalkan noda permanen bila tumpah. Di pangkuannya terdapat satu loyang pizza pepperoni yang disimpan Ji Yong untuk snack. “Hoho… balas dendam memang indah,” pikir Seungri sambil mulai menghidupkan AC dengan tempratur 16 derajat celcius. Seungri kemudian berpikir untuk sedikit mengacaukan ruangan dengan sedikit tebaran popcorn disana-sini.
   “Yeah… Ini bakal indah banget!” gumamnya sambil menunggu popcornnya matang. “Hyung, kalian akan menyesal tidak mengajakku menonton Grand Opening Drama Theatre Stage…”
   Jam di ruang tengah menunjukan sudah pukul 01:45 dini hari. Ji Yong, Daesung, Yong Bae, dan Seung Hyun sedang berjalan pulang dari Grand Opening Show. Mereka asyik berdiskusi sendiri sambil sesekali tertawa; Ji Yong memukuli Daesung (entah karena apa), dan Yong Bae dikejar-kejar Seung Hyun (Yong Bae tadi tidak sengaja menjatuhkan takoyakinya saat mereka keluar gedung). Seungri yang tadi sudah puas mengobrak-abrik kamar hyung-hyungnya termasuk ruang tengah, tertidur meringkuk diatas sofa putih Seung Hyun. Soda kaleng ditangannya menggantung berbahaya.
   Beberapa saat kemudian, mereka berempat tiba di rumah. Yong Bae yang sedari tadi dikejar-kejar Seung Hyun cepat-cepat menerjang pintu masuk tanpa mengetuk dahulu dan lari terbirit-birit ke dalam kamarnya. Ia sama sekali tidak memerhatikan keadaaan ruang tengah saat ia melintasinya, ataupun kamarnya yang setengah berantakan, sampai beberapa detik kemudian…
   “SEUNGRIIIII!!!!!”
   Teriakan Yong Bae membahana, membuat Daesung, Ji Yong, dan Seung Hyun yang masih diluar cepat-cepat masuk untuk melihat apa yang terjadi. Saat Seung Hyun memasuki ruang tengah, ia mendapati Seungri tidur di kursi kesayangannya dengan kaleng soda yang menggantung berbahaya ditangannya. Ia cepat-cepat menyambar kaleng soda di tangan Seungri dan menjauhkannya dari sofa tercinta. Ji Yong sementara itu berlari ke kamar Yong Bae.
   “Ada a…?”
   Ji Yong melongo melihat patitur-patitur yang ditulis Yong Bae berhamburan, beberapa jaketya dikeluarkan dan ditaruh sembarangan. Taeyang sedang memegang salah satu jaketnya dengan tatapan berapi-api, “Seungri… Seungri… LEE SEUNG HYUN!!!”
   Seungri yang merasa nama aslinya dipanggil, terbangun dari tidurnya. Seung Hyun yang sedang berusaha menggeret Seungri kekamarnya kaget setengah mati dan berseru, “Astagah!”
   Seungri segera berlari kekamar Yong Bae dengan tampang sok polos tak berdosa dan bertanya, “Ne…?”
   “YA! Kau mengobrak-abrik kamarku dan bertanya dengan polosnya!?” Yong Bae naik pitam. “Clean it!!! RIGHT NOW!!”
   Belum puas Yong Bae meneriaki Seungri untuk membereskan kamarnya, Daesung teriak-teriak dari kamarnya yang berjarak satu kamar (Kamar Ji Yong). Daesung tanpa sengaja menabrak Seung Hyun sampai jatuh saat berlari ke kamar Yong Bae dengan muka antara panik, bingung, marah, campur frustasi juga. Dia memandang Seungri dengan super tajam dan menyalahkan.
   “Dimana…kumpulan…kartu…doraemonku…” katanya dengan nada berbahaya. Ji Yong bahkan mundur satu langkah saat melihat muka sangar Daesung. “Lee Seung Hyun!!!”
   Kali ini Seungri benar-benar tak tahan dan tertawa terbahak-bahak. Keempat hyungnya memandangnya heran (yeah, Seung Hyung sudah memasuki kamar Seungri). Saat Seungri mulai tertawa mirip orang gila, Ji Yong bertanya setengah berseru untuk mengatasi suara tawanya, “Ya! Kau mau tidur di kamarmu atau kami perlu pesan kamar di RSJ sekarang?”
   Beberapa detik berikutnya, Seungri benar-benar terlihat serius dan… terluka. “Kalian selalu memperlakukanku seperti anak kecil. Aku sudah muak! Aku juga ingin ikut kemana kalian pergi! Aku sudah 16 tahun!! 16…!!” katanya nyaring, suaranya bergetar.
   Daesung yang melihat Seungri seperti ini jadi merasa kasian, melupakan kartu doraemonnya dan berkata dalam bahasa Jepang, “Daijoobu desu ka…?”
   Seungri menatap Daesung dengan marah. Ia kemudian berjalan keluar kamar Yong Bae dan masuk kamarnya, membanting pintu dibelakangnya. Daesung memasang ekspresi bersalah yang teramat dalam ; ia segera bergegas dan mengetuk pintu kamar Seungri dan berkata, “Seungri...”
   Tidak ada jawaban dari Seungri. Daesung berbalik dan memasang tampang cemas. Hyung-hyungnya pun mendatanginya untuk sekedar menenangkannya dan berkata bahwa besok Seungri akan kembali ‘normal’ lagi. Seung Hyun bahkan menawari Daesung untuk tidur bersama malam itu (yang tentu saja ditolak Daesung dengan alasan Seung Hyun suka menggunakannya sebagai guling).
   “Ah… Kurasa aku akan membereskannya besok saja,” gumam Yong Bae lelah.
   “AAAA!! Aku mau meluk Seungriiii!!!” seru Ji Yong tiba-tiba, merana. Ia guling-guling diatas kasurnya sambil memeluk sebuah bantal. “Seungri-yya….”




Nah, ini part 1... Tunggu part 2-nya, ya! ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar