Catatan Author : Latar tempatnya di Jepang, tapi lokasinya
tidak disebutkan. Karena itu, jika banyak kata bahasa Jepangnya, harap
maklum.Oh ya, disini Seungri dibuat masih berumur 16 tahun, Daesung 17 tahun,
Yong Bae (Taeyang) dan Ji Yong (G-Dragon) 18 tahun, Seung Hyun (TOP) 19 tahun.
#Part 1
“Nande…?” Seungri
bertanya dalam bahasa Jepang pada Ji Yong. “Kenapa aku nggak boleh ikut?”
“Kami nggak akan
lama, kok! Lagi pula, ini sudah malam. Tidur, sana!” Ji Yong menggirirng
Seungri ke kamarnya. Seungri dengan gigih membertontak dan ganti menyerang
Daesung, “Hyung~ temani aku dirumaaaah….”
Daesung
menggaruk-garuk kepalanya dan bertukar pandang penuh arti dengan Seung Hyun.
“Yah… Aku…”
Seungri
mengeluarkan jurus muka melasnya ; hal yang paling tidak bisa dihindari
Daesung. Daesung yang tadi tampak bimbang, langsung tiba-tiba berkata, “ Baik!!
Aku tidak ikut!”
Seung Hyun menepuk
bagian belakang kepala Daesung dengan pelan. “Janga bodoh! Kau sendiri yang tadi
ngotot ikut! Yong Bae sudah susah-susah mencarikan tiket, tahu!”
“Eh…” Daesung jadi
salah tingkah sendiri. “Ehe.. Seungri…”
Seungri memanyunkan
bibirnya. Dia menarik lepas tangannya dari Ji Yong, masuk kamar, dan membanting
pintunya sambil berkata, “Kalian menyebalkan.”
“Apa boleh buat.
Dia butuh tidur,” canda Yong Bae,
berusaha menghibur Daesung yang tampak was-was akan dimusuhi Seungri seumur
hidup. “Lagi pula, pertunjukan ini mungkin akan bisa mengungguli Brodaway suatu
saat nanti. Kau akan menyesal tidak menontong Grand Openingnya.”
“Aku akan lebih
menyesal bila Seungri jadi merasa canggung lagi denganku,” gumam Daesung merana.
“Oh, ayolah. Mana
semangat mu, hah? Ayo tunjukan semangatmu!” Seung Hyun menggelitiki Daesung
yang langsung bereaksi.
“Geli, Hyung! Hentikan!”
Daesung berusaha menghindar dengan bersembunyi dibalik Ji Yong – yang, tentu
saja, tidak efektif. “HENTIKAN!!”
Ji Yong, Yong Bae,
dan Seung Hyun tertawa bersamaan mendengar pekik nyaring Daesung yang
belakangan ini jarang mereka dengar. Ji Yong mengecek arlojinya dan berkata,
“Hei, kurasa kita lebih baik berjalan lebih cepat. Acara akan dimulai sekitar
sepuluh menit lagi.”
Sementara Ji Yong,
Yong Bae, Seung Hyun dan Daesung sedang berlari-lari untuk mengejar waktu,
Seungri sedang ngambek di ruang tengah. Ia duduk di sofa putih besar milik
Seung Hyun yang tak akan ia biarkan di duduki oleh siapapun. Seungri sengaja
menyalakan LCD 70” dengan speaker
volume besar untuk mengusir kekesalannya. Ia juga dengan nekat membawa minuman
soda kaleng yang akan meninggalkan noda permanen bila tumpah. Di pangkuannya
terdapat satu loyang pizza pepperoni yang disimpan Ji Yong untuk snack. “Hoho…
balas dendam memang indah,” pikir Seungri sambil mulai menghidupkan AC dengan
tempratur 16 derajat celcius. Seungri kemudian berpikir untuk sedikit
mengacaukan ruangan dengan sedikit tebaran popcorn disana-sini.
“Yeah… Ini bakal
indah banget!” gumamnya sambil menunggu popcornnya matang. “Hyung, kalian akan
menyesal tidak mengajakku menonton Grand Opening Drama Theatre Stage…”
Jam di ruang tengah
menunjukan sudah pukul 01:45 dini hari. Ji Yong, Daesung, Yong Bae, dan Seung
Hyun sedang berjalan pulang dari Grand Opening Show. Mereka asyik berdiskusi sendiri
sambil sesekali tertawa; Ji Yong memukuli Daesung (entah karena apa), dan Yong
Bae dikejar-kejar Seung Hyun (Yong Bae tadi tidak sengaja menjatuhkan
takoyakinya saat mereka keluar gedung). Seungri yang tadi sudah puas
mengobrak-abrik kamar hyung-hyungnya termasuk ruang tengah, tertidur meringkuk
diatas sofa putih Seung Hyun. Soda kaleng ditangannya menggantung berbahaya.
Beberapa saat
kemudian, mereka berempat tiba di rumah. Yong Bae yang sedari tadi
dikejar-kejar Seung Hyun cepat-cepat menerjang pintu masuk tanpa mengetuk
dahulu dan lari terbirit-birit ke dalam kamarnya. Ia sama sekali tidak
memerhatikan keadaaan ruang tengah saat ia melintasinya, ataupun kamarnya yang
setengah berantakan, sampai beberapa detik kemudian…
“SEUNGRIIIII!!!!!”
Teriakan Yong Bae
membahana, membuat Daesung, Ji Yong, dan Seung Hyun yang masih diluar
cepat-cepat masuk untuk melihat apa yang terjadi. Saat Seung Hyun memasuki ruang
tengah, ia mendapati Seungri tidur di kursi kesayangannya dengan kaleng soda
yang menggantung berbahaya ditangannya. Ia cepat-cepat menyambar kaleng soda di
tangan Seungri dan menjauhkannya dari sofa tercinta. Ji Yong sementara itu
berlari ke kamar Yong Bae.
“Ada a…?”
Ji Yong melongo
melihat patitur-patitur yang ditulis Yong Bae berhamburan, beberapa jaketya
dikeluarkan dan ditaruh sembarangan. Taeyang sedang memegang salah satu
jaketnya dengan tatapan berapi-api, “Seungri… Seungri… LEE SEUNG HYUN!!!”
Seungri yang merasa
nama aslinya dipanggil, terbangun dari tidurnya. Seung Hyun yang sedang
berusaha menggeret Seungri kekamarnya kaget setengah mati dan berseru,
“Astagah!”
Seungri segera
berlari kekamar Yong Bae dengan tampang sok polos tak berdosa dan bertanya,
“Ne…?”
“YA! Kau
mengobrak-abrik kamarku dan bertanya dengan polosnya!?” Yong Bae naik pitam.
“Clean it!!! RIGHT NOW!!”
Belum puas Yong Bae
meneriaki Seungri untuk membereskan kamarnya, Daesung teriak-teriak dari
kamarnya yang berjarak satu kamar (Kamar Ji Yong). Daesung tanpa sengaja
menabrak Seung Hyun sampai jatuh saat berlari ke kamar Yong Bae dengan muka
antara panik, bingung, marah, campur frustasi juga. Dia memandang Seungri
dengan super tajam dan menyalahkan.
“Dimana…kumpulan…kartu…doraemonku…”
katanya dengan nada berbahaya. Ji Yong bahkan mundur satu langkah saat melihat
muka sangar Daesung. “Lee Seung Hyun!!!”
Kali ini Seungri
benar-benar tak tahan dan tertawa terbahak-bahak. Keempat hyungnya memandangnya
heran (yeah, Seung Hyung sudah memasuki kamar Seungri). Saat Seungri mulai
tertawa mirip orang gila, Ji Yong bertanya setengah berseru untuk mengatasi
suara tawanya, “Ya! Kau mau tidur di kamarmu atau kami perlu pesan kamar di RSJ
sekarang?”
Beberapa detik
berikutnya, Seungri benar-benar terlihat serius dan… terluka. “Kalian selalu
memperlakukanku seperti anak kecil. Aku sudah muak! Aku juga ingin ikut kemana
kalian pergi! Aku sudah 16 tahun!! 16…!!” katanya nyaring, suaranya bergetar.
Daesung yang
melihat Seungri seperti ini jadi merasa kasian, melupakan kartu doraemonnya dan
berkata dalam bahasa Jepang, “Daijoobu desu ka…?”
Seungri menatap
Daesung dengan marah. Ia kemudian berjalan keluar kamar Yong Bae dan masuk
kamarnya, membanting pintu dibelakangnya. Daesung memasang ekspresi bersalah
yang teramat dalam ; ia segera bergegas dan mengetuk pintu kamar Seungri dan
berkata, “Seungri...”
Tidak ada jawaban
dari Seungri. Daesung berbalik dan memasang tampang cemas. Hyung-hyungnya pun
mendatanginya untuk sekedar menenangkannya dan berkata bahwa besok Seungri akan
kembali ‘normal’ lagi. Seung Hyun bahkan menawari Daesung untuk tidur bersama
malam itu (yang tentu saja ditolak Daesung dengan alasan Seung Hyun suka
menggunakannya sebagai guling).
“Ah… Kurasa aku
akan membereskannya besok saja,” gumam Yong Bae lelah.
“AAAA!! Aku mau
meluk Seungriiii!!!” seru Ji Yong tiba-tiba, merana. Ia guling-guling diatas
kasurnya sambil memeluk sebuah bantal. “Seungri-yya….”
Nah, ini part 1... Tunggu part 2-nya, ya! ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar